AS Butuh $700 Milyar Atasi Krisis

Menteri Keuangan AS Henry Paulson dan Ketua the Fed Ben Bernanke memulai diskusi dengan para pemimpin Kongres mengenai rencana yang kemungkinan akan menjadi program bailout terbesar dalam sejarah AS. 
Meski detil masih dalam pembahasan, rencana tersebut kemungkinan akan memberikan pemerintah wewenang untuk membeli mortgage dengan diskon besar dari bank atau institusi keuangan lainnya. Proposal itu akan menjadi keterlibatan terbesar uang pembayar pajak dalam krisi finansial yang dikatakan terburuk dalam sejarah AS. 
Para anggota Kongres mengatakan berharap dapat menyelesaikan legislasi tersebut akhir minggu depan. 
Paulson mengatakan bahwa ia dan Bernanke sedang mencari pendekatan untuk mengatasi gejolak di pasar keuangan. Mereka membahas pendekatan komprehensif yang memerlukan legislasi untuk mengatasi asset tidak likuid dalam neraca institusi keuangan. 
Salah satu pendekatan yang diajukan adalah Resolution Trust Corporation, yang membeli dan menjual ratusan milyar dollar asset properti dari perusahaan simpan pinjam yang bangkrut. Namun dalam hal ini, pemerintah diperkirakan hanya akan mengambil alih aset, bukan seluruh institusi. Selain itu, tidak jelas apakah agensi baru itu yang mengelola dan melepas aset tersebut, atau apakah the Fed dan Departemen Keuangan yang melakukannya. 
Pembahasan bailout itu datang sehari setelah the Fed menyuntikan likuiditas hingga ke pasar uang global. Dalam rangka mengembalikan kepercayaan, the Fed di luar dugaan mengumumkan rencana untuk menyediakan dana $180 milyar ke pasar keuangan melalui program pinjaman yang dilaksanakan oleh ECB, BOE, BOJ, BOC dan SNB. 
Namun, karena langkah tersebut masih belum mengatasi gejolak di pasar, Paulson dan Bernanke mengambil langkah ekstrim, menggunakan uang pembayar pajak untuk mengambil alih aset dari institusi keuangan yang diambang kebangkrutan.  Dibentuk pada 1989, Resolution Trust Corporation mengambilalih dan melepas aset buruk yang dipegang ratusan insitusi simpan pinjam. Agensi itu menutup dan mereorganisasi 747 insitusi yang memegang aset $400 milyar. Agensi itu melakukannya dengan membeli aset dari institusi tersebut dan menjualnya lagi ke investor. 

Butuh $700 Milyar

Dengan semakin memburuknya krisis finansial dan ekonomi dunia menjadi taruhan, pemerintah AS berencana menggelontorkan $700 milyar untuk mengatasi krisis tersebut. Bila terwujud, itu merupakan langkah intervensi terbesar pemerintah AS terhadap sektor keuangan sejak Depresi Besar pada 1930an. 
Meski detilnya masih dalam pembahasan, rencana tersebut, yang diformulasikan pemerintah, dengan dukungan the Fed,  akan memberikan wewenang ke pemerintah untuk membeli mortgage dari bank dan institusi keuangan. Pembelian mortgage, dengan harga yang sudah dibanting, dan menghapusnya dari pembukuan, diharapkan dapat mengembalikan kemampun institusi keuangan untuk beroperasi secara normal. 
Pemerintahan Bush mendesak Kongres untuk segera menyetujui rencana yang disebut dengan induk segala bailout. Menteri Keuangan Henry Paulson menekankan bahwa proposal tersebut perlu segera di setujui karena bila terus ditunda, pasar keuangan akan terguncang kembali. 
Sedangkan Kubu Demokrat juga menyatakan akan bergerak cepat untuk meluluskan legislasi tersebut. Namun mereka mendesak rencana tersebut harus juga mencakup bantuan untuk warga AS, tidak hanya perusahaan keuangan yang telah merugi milyaran dollar karena investasi buruk mereka. Demokrat menginginkan rencana itu juga dapat membantu warga yang sedang berusaha menghindari kasus penyitaan rumah.  
Ketua Kongres Nancy Pelosi mengatakan bahwa Kongres akan mengambil langkah minggu ini, sembari menambahkan Demokrat menginginkan pengawasan terhadap program tersebut. Menurutnya, rencana itu harus mencakup pengawasan independen, perlindungan terhadap pemilik rumah, dan pembatasan kompensasi untuk eksekutif perusahaan keuangan.  
Hal senada juga dilontarkan oleh Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Barack Obama, sembari mengimbau perlunya legislasi tersebut segera disetujui. 
Sedangkan Kubu Republik terlihat enggan mendukung beberapa proposal Demokrat. Salah satunya adalah modifikasi mortgage, sesuatu yang dapat merubah peraturan kebangkrutan. Hal ini sangat ditentang oleh perusahaan keuangan. Satunya lagi adalah pembatasan kompensasi bagi eksekutif perusahan keuangan yang menjual mortgage bermasalahnya ke pemerintah.