Rasa Syukur : Sumber Energi Kehidupan

“Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah maka niscaya akan ditambah nikmatnya....” Mungkin sebagian dari kita tahu ungkapan diatas, walaupun terkadang hanya sebagai pemanis kalimat. Bila kita renungkan hal tersebut, akan menimbulkan suatu energi yang dapat menambah antusiasme dalam aktivitas hidup kita.

Kita sering tak bersyukur dan menyerah pada keadaan. Kita mengekspresikannya dengan berbagai pengandaian. Seperti, andai saja saya punya uang, waktu luang lebih banyak, fasilitas yang lebih lengkap, dan koneksi lebih luas, saya tentu lebih sukses dari saat ini. Padahal itu semua belum tentu berbanding lurus dengan motivasi dan kreativitas kita.

Orang yang kurang bersyukur mempunyai kecenderungan melihat satu titik hitam kecil dalam lembaran kertas putih yang lebar. Berpikir dan merasa seolah tidak ada harapan dalam rangkaian perencanaan dan usahanya. Sehingga menyita energi dan semangat dalam beraktivitas, bahkan membuat kita semakin putus asa dalam menjalani kehidupan.

Pada dasarnya, sikap diatas muncul akbat cara pandang kita pada apa yang tidak kita punyai. Apa bila kita mau membuka diri -hati dan pikiran-, sesungguhnya banyak hal yang belum kita sadari dan kita syukuri atau mungkin belum kita gunakan dalam menggapai tujuan hidup kita.

Bersyukurkah kita dengan kendaraan roda dua kita sementara banyak saudara kita yang lain hanya bisa berjalan kaki; dengan rumah kecil kita sementara saudara kita disana dengan susah payah mempertahankan rumah kontrak bulanan mereka. Dengan kata lain cara pandang kita pada apa yang kita miliki, berpengaruh pada cara kita menyikapi hidup ini.

Renungkanlah salah satu puisi sufi ini :

Ketika kita mohon pada Allah kekuatan
Allah memberikan kesulitan agar kita menjadi kuat dengan menyelesaikannya
Ketika kita mohon pada Allah kebijaksanaan
Allah memberikan masalah untuk kita pecahkan
Ketika kita mohon pada Allah kesejahteraan
Allah telah memberikan akal untuk berpikir
Ketika kita mohon pada Allah keberanian
Allah memberikan kondisi bahaya untuk kita atasi
Ketika kita mohon pada Allah sebuah cinta
Allah memberikan orang-orang bermasalah untuk kita tolong
Ketika kita mohon pada Allah bantuan
Allah memberikan kesempatan dalam kesempitan
Kita tidak selalu menerima apa yang kita minta
Tapi kita pasti menerima segala yang kita butuhkan
Sehingga sesungguhnya segala permintaan dan do’a telah terpenuhi dan terjawab.
Walaupun sering kali kita tidak mensyukurinya dan berterima kasih pada-Nya, atau bahkan lebih parah dengan tidak menyadari bahwa kita telah menerima pemberian-Nya.

Cara pandang diatas dapat menimbulkan rasa betapa beruntungnya kita dengan apa yang sudah kita miliki, dimana perasaan ini akan meningkatkan aura dan rasa optimisme serta semangat dalam menjalankan segala aktivitas kehidupan kita. Dengan kata lain Aura dan rasa optimisme serta semangat inilah yang menjadi energi hidup tanpa batas, yang dapat kita akses dimanapun, kapanpun dan akan akan selalu menjadi pelindung harapan dan mimpi kita.

Perpaduan antara semangat dan antusiasme dengan keterbatasan sumber daya akan merangsang daya kreasi kita dalam beraktivitas, karena di tuntut untuk bertindak dengan cara yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas sumber daya yang kita punya. Bukannya dengan cara umum yang banyak dipakai atau bahkan mengandalkan fasilitas untuk mempermudah pencapaian tujuan, yang kurang memacu dan ‘memaksa’ kreativitas dalam diri.

Rethink by : M.C. Joyo Negoro